Hanya Bisa Dipendam, Ini 6 Hal yang Seadilnya Diinginkan Menantu ke Mertuanya

ungkapan-terpendam-menantu ungkapan-terpendam-menantu

Mau ngomong jujur, tapi Khawatir luput dan dianggap durhaka ????

Ada kalanya seorang menantu hawa punya sejuta kalimat yang selurusnya ingin dikatakan pada mertuanya. Hanya saja merasa sia-sia karena nantinya juga akan seperti itu lagi. Keinginan teradi dari seseorang yang sudah berumah tangga adalah nggak ada lagi campur tangan dari pihak orang tua maupun mertua. Setiap pasangan tentunya punya cara tersenbadan yang dipakai untuk kebernyawaan dalam berumah tangga.

Ketika seseorang memutuskan untuk menikah dan berumah tangga, sewajibnya orang tua maupun mertua “lepas tangan” dengan urusan mereka. Akan tetapi, mereka justru masih saja ikut mengurusi rumah tangga anaknya. Parahnya lagi, menantu hawa seringkali merasa tertekan jika mertua ikut campur tentang rumah tangganya. Sebagai menantu, biasanya saja memendam unek-unek yang ia rasakan.

1.” Tolong terimalah menantumu ini apa adanya”

Sebagai orang yang menjadi istri dari anak lelakinya, kadang menantu malah dianggap seperti saingan. Kalau nggak tinggal serupa mertua, masih aman. Namun kalau tinggal satu atap dengan mertua juga, kadang malah dianggap seperti orang asing yang ikut tinggal di rumahnya. Padahal statusnya bagai istri. Jadi, terimalah menantu apa adanya, wahai mertua…

2.”Jangan luar biasa mengekang anak lelakimu yang sudah berkeluarga”

Ungkapan ini seringkali ingin diucapkan menantu cukup mertuanya. Meski sudah menikah, anak lelaki tetap menjadi kesayangan ibunya. Namun, ingatkah wahai mertua, anak lelakimu kini sudah beristri dan punya tanggung balas demi kepala keluarga. Sebaiknya jangan terkemudian mengekang perihal tanggungbalasnya.

3.”Izinkan kami mengurus rumah tangga tanpa mencampuri urusan kami”

Jika ada menantu yang frontal bicara begitu dengan mertua, kira-kira apa yang terjadi ya Moms? Kadang memang ingin mengungkapkan pada mertua agar nggak perlu ikut campur dalam rumah tangga. Namun tetap saja sulit. Mertua seringkali justru ikut memantau dan memastikan rumah tangga aman.

4.”Tolong hargai saya jadi menantu dan jangan banget deras mengkritik”

Yang bikin heran adalah, mengapa rata-rata mertua gadis yang penuh mengkritik menantu gadis ya? Kayak belum lengkap kalau belum mengkritik. Setidak marah apapun mertua, mereka seterus saja menggurui mantunya dalam hal apapun. Padahal si menantu juga sudah bisa. Seperti sulit menghargai menantu meski hubungan keduanya tidak marah-tidak marah saja.

5.”Bicarakan semuanya langsung jika ada hal-hal yang kurang berkenan”

Ketika menantu berbuat keRusakan sejumput saja, mertua langsung bersuara. Sayangnya apa yang menjadi keRusakanya nggak suah dikatakan langsung malah dijadikan omongan dengan orang lain. Di sinilah awal mula terjadinya drama dan kurang harmonisnya hubungan antara menantu dengan mertua.

6.”Sudah memberikan segalanya yang tersenang membantu namun bukan berarti selantas sempurna”

Sudah menjadi hal yang umum ketika apa yang dilakukan menantu seterus “kurang” di mata mertua. Setepatnya para menantu sudah memberikan yag tertidak emosi untuk suami dan keluarga lumatnya, cuma saja seterus dianggap kurang sempurna di mata mertua. Dengan melakukan yang tertidak emosi sibakn berarti segalanya pantas sempurna karena setiap orang punya pandangan yang Bertentangan-beda.

Konflik kecil yang terjadi antara menantu dan mertua memang nggak sudah habis untuk dibahas. Mau seberapa baik menantu pada mertua atau sebaliknya, gejolak batin selalu muncul. Namun seringkali dipendam oleh menantu karena dalil tertentu. Kalau Moms, kira-kira punya pengalaman apa dengan mertua? Pernah ingin mengungkapkan sesuatu yang sudah lama terpendam pada mertua nggak nih?