breaking news New

Intip Yuk 3 Keju Yang Paling Dicari di Eropa

Sebagian besar orang pasti menyukai keju. Memiliki cita rasa yang khas dan identik menjadi daya tarik tersendiri untuk semua keju. Kamu bisa menemukan banyak keju di Belanda, karena keju berasal dari Belanda. Namun kamu juga akan menemukan begitu banyak jenis keju di Eropa yang menarik untuk dicoba langsung atau dijadikan bahan tambahan kue serta makanan makanan yang membutuhkannya.

Intip yuk 3 keju yang paling dicari di Eropa, yang perlu kamu ketahui.

1. Keju Parmesan

Keju ini cukup populer di Eropa, biasanya sering digunakan sebagai bahan pelengkap pada masakan. Beberapa orang mengira bahwa Keju Parmesan berasal dari Belanda, namun ternyata keju ini berasal dari Parma, Italia.

Keju Parmesan bertekstur padat dan seringkali dijual berupa bubuk bahan taburan untuk berbagai bentuk olahan makanan. Keju memiliki aroma yang sangat menarik untuk dicicipi, dengan rasa yang manis, namun tidak terlalu kuat. Terbuat dari susu sapi yang kemudian dibuat dengan jangka waktu sekitar 3 hingga 12 bulan lamanya.

2. Keju Gouda

Keju Gouda adalah keju terbaik di Belanda yang kandungan asam laktatnya sudah hilang. Keju yang berasal dari Belanda ini memiliki cita rasa yang manis dan khas karena telah disimpan dengan air garam dalam kurun waktu tertentu. Kurun waktu penyimpanan keju itulah yang cukup memengaruhi tingkat manis dari keju itu sendiri.

Biasanya, keju difermentasi sekitar 1 bulan hingga 1 tahun lamanya. Keju ini memiliki tekstur yang lebih keras dan renyah jika dibandingkan dengan keju lainnya. Tetapi keju ini juga bisa disajikan dengan creamy yaitu dilelehkan terlebih dahulu lalu kemudian di hidangkan seperti keju mozzarella.

3. Keju Stilton

Keju ini juga banyak diincar oleh banyak orang. Keju khas Eropa ini dibuat oleh bantuan jamur atau bakteri, sehingga menciptakan bentuk yang sangat unik. Keju Stilton berbentuk corak kebiruan yang disebabkan oleh proses pasteurisasi penambahan jamur, memiliki kulit yang cukup padat dan tebat, juga berkerut.

Memiliki permukaan dengan lubang lubang kecil yang terjadi akibat proses penusukan jarum ke keju tersebut agar dapat mengeluarkan udara. Jika difermentasi lebih lama, maka corak dalam daging keju ini akan lebih kebiruan dan menonjol. Jika berwarna pucat dan cenderung rapuh maka keju ini berarti masih sangat muda.