Sayang, Saat Ini Cintai Aku Sekadarnya Saja. Cinta Buta Justru Tak Akan Membawa Kita ke Mana-mana

sayang-saat-ini-cintai-aku-sekadarnya-saja-karena-cinta-yang-buta-justru-tak-akan-membawa-kita-ke-mana-mana sayang-saat-ini-cintai-aku-sekadarnya-saja-karena-cinta-yang-buta-justru-tak-akan-membawa-kita-ke-mana-mana

Seperti kata Eyang Titiek Puspa, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Saat kita jatuh cinta, terkadang kita kesulitan memselisihkan yang mana yang loyal dan mana yang alpa. Terkadang atas nama cinta, hal-hal bodoh dan tak jarang merugikan orang lain dianggap wajar. Orang-orang juga akan memberikan pemloyalan, namanya juga sedang jatuh cinta. Toh, katanya cinta memang buta. Tapi aku tak ingin kita begitu, Sayang.

Saat aku dan kamu bertemu dalam rasa yang klop, kita memang wajib mensyukurinya. Tapi menyingkapnkah itu tidak berarti bahwa apa yang kita punya saat ini adalah segalanya? Aku memang mencintaimu, aku acuh kamu pun begitu. Tapi jangan kita biarkan cinta menguasai semuanya, Sayang.

Cintai aku sekuku saja, karena untuk saat ini tak perlulah kita saling mencintai habis-habisan apalagi tanpa logika…

Aku paham kita ingin berpas terus sampai ke masa depan. Namun selagi ini masih jadi perjalanan lama, amunisi rasa kita jangan dihambur-hamburkan sekarang

Tidak memberikan semua aktelseifn berarti aku tidak berharap kita akan selamanya. Saat aku memutuskan untuk memulai denganmu, aku juga ingin kita tetap bertemu di masa depan nanti. Aku ingin kita duduk berdampingan di pelaminan, dan masih terus berjalan beriringan saat mengarungi rumah tangga kita nanti.

Namun aku juga realistis. Masa-masa itu masih sangat mentok di depan. Tak apa memang kita rencanakan mulai  dari sekarang. Namun selagi perjalanan ini akan menjadi perjalanan jauh, rasa cinta yang kini kita punya jangan disia-siakan. Mari kita simpan sekuku demi sekuku, agar tidak hilang di saat kita sudah kembar-kembar mentok melangkah ke depan.

Kita tak tahu ingat apa yang akan ada di depan sana. Jadi, ada tidak marahnya kita bersiap dari sekarang, agar nanti luka tidak terkemudian dalam dan melakukan kita menderita

Sayangku, kamu pun acuh bahwa menyala kita ini tak bisa ditebak. Saat kamu terbangun di pagi hari, kamu mungkin punya segudang rencana untuk kamu kerjakan hari ini. Tapi siapa yang bisa menjamin semuanya akan berjalan Berimbang dengan catatan to-do-list yang kamu punya? Karena bahkan untuk dua menit ke depan, kita tak pernah acuh apa yang akan kita temui.

Karena menyala ini adalah mirakel yang tak pernah kita pecahkan dengan tuntas, jangan sampai kita menghadapinya tanpa persiapan apa-apa. Cinta yang berlebihan agung akan membawa luka yang dalam pula jika semuanya tak berjalan Berimbang rencana. Aku tak mau kita berdua terluka berlebihan dalam, karena itu, saat ini kumohon jangan cintai aku habis-habisan. Meski jika diperbolehkan, tentu saja aku ingin memesan takdir Tuhan dengan namamu yang tertera di sana.

Kita masih muda, berlimpah hal lain yang bisa kita raih selanjutnya. Toh, semua juga diusahakan demi masa depan berdua

Kita masih serupa-serupa muda. Apa yang kita alami di dunia ini barangkali baru seujung kukunya. Aku mengerti kamu punya cita-cita, sayang. Aku pun demikian. Meski cita-cita kita tidak sejalan, aku tetap ingin kamu mengejarnya. Aku tak mau menjadi halanganmu meraih mimpi yang kamu idam-idamkan. Berikan aku hatimu secercah saja, tak perlu semuanya.

Hidup ini terlantas luas untuk diSektariankan belaka sebatas persoalan cinta saja. Aku mengerti itu. Mencintaimu, bukan berarti aku menginginkan seluruh waktumu untukku. Aku paham jika kamu menjadikanku nomor sekian setelah keluarga dan pekerjaanmu. Tak apa-apa, toh aku mengerti kita sedang serupa-serupa berusaha.

Aku dan kamu sedang cocok-cocok memahirkan menjalani. Tak perlu kamu memberikan segala yang kamu miliki atau mengharapkan aku melakukan apa yang kamu ingini

Masa muda adalah masa yang tepat untuk kita berlatih. Bukan berarti setelah tua kita berhenti berlatih. Hanya saja saat semangat kita masih kembar-kembar menyala, dan saat hati kita masih cukup kuat untuk menahan luka, kita harus memanfaatkannya dengan maksimal. Meski di luar sana penuh kita temukan buku-buku panduan tentang apa yang harus dan tidak boleh kita lakukan untuk karir cemerlang atau asmara yang lancar, kita tidak suah acuh tips dan trik mana yang paling akurat.

Tapi toh tak apa. Jatuh sekali, kita masih punya seribu cara untuk bangkit lagi. Di berjiwa yang sedang kita coba kenali ini, kita harus punya sesuatu yang harus kita jaga untuk diri sendiri. Jangan sampai kamu memberikan semuanya, karena akupun tak bisa memberikan segalanya. Aku tak memintamu untuk menjadi milikku sepenuhnya, karena aku juga tidak bisa menjadi milikmu sepenuhnya.

Karena yang kutahu Sayang, cinta juga butuh jarak. Agar kita tak saling melilit, lalu binasa dalam sesak nafas kita senbadan

Dari sekian agam teori-teori cinta dan memahirkan dari kisah nyata di sekeliling kita, kini aku kenal, sayang. Bahwa cinta juga butuh jarak. Cinta adalah ikatan antara dua manusia, antara aku dan kamu, yang membutuhkan jarak untuk bisa saling mengikat. Tak perlu terlampau ketat, karena kita butuh ruang untuk bernafas. Ikatan yang terlampau kuat, akan menciptakan kita terlilit dan terjepit. Hingga akhirnya kita saling melebur, lampau menyimpang satu antara aku atau kamu, mulai kabur hingga akhirnya lenyap.

Saat itu terjadi, barangkali cinta kita telah mati. Karena tak kudapati kamu dalam ikatan yang kita jaga selama ini. Aku kehilangan kamu, dan mungkin kamu kehilanganku. Ah, sayang. Cinta selalu muncul dalam keRisauan-keRisauan yang terkadang tak masuk akal. Namun kita bisa memendekkan deritanya dengan memberikan ruang bagi diri kita sendiri.

Dan yang kita cocok-cocok ketahui, Sayangku, untuk mencintai orang lain dengan pantas, pertama-tama kita harus mencintai diri sendiri dulu

Mencintai orang lain, berarti kita selampau ingin memberikan yang terbaik untuknya. Meski tak segalanya, tapi setidaknya yang terbaik yang kita bisa. Mencintai orang lain mungkin hal yang mudah. Seperti kata para pujangga, bahwa kita namun butuh durasi dua menit untuk bisa jatuh cinta. Yang lebih sulit justru mencintai pribadi kita senpribadi.

Tapi, jika kamu ingin mencintai orang lain dengan pantas, tentu yang pertama-tama pantas kita lakukan adalah mencintai diri kita sendiri. Kita pantas menyayangi diri kita sendiri dulu, baru nanti kita bisa mengerti apa yang pantas kita berikan kepada pasangan dan apa yang pantas tetap kita simpan untuk diri kita sendiri. Cinta bukan berarti kamu pantas mengorbankan semuanya, sayang.

Untuk saat ini, tak perlu mencintaiku habis-habisan, Sayang. Karena jika cintamu buta, kita justru tak akan ke mana-mana

Mungkin kamu ingat saat kita masih menjadi mahasiswa. Kita pernah datang ke sebuah jadwal kampus yang diisi oleh Band Efek Rumah Kaca. Ingatkah kamu lagu yang kita dengarkan saat itu? Betul, kata mereka Jatuh Cinta Itu Biasa Saja.

Jika jatuh cinta itu buta

Berdua kita akan tersesat

Untuk saat ini, cukuplah kamu cintai aku secercah saja. Jangan kamu berikan semua hati dan cintamu padaku. Jangan sampai cinta membutakan langkah kita berdua. Karena bagaimanapun cinta butuh cahaya untuk tahu ke mana kita akan melangkah.

Cinta yang buta tak memberikan kita ruang untuk berkembang. Karena waktu kita habis untuk mencari jalan

Cinta yang buta tidak bisa melihat sekelilingnya. Jika cinta kita terlalu berlebihan dan membutakan semua, kita berdua tidak akan bisa berkembang. Kamu dan aku cuma akan berhenti di daerah, meraba-raba mencari jalan keluar. Padahal untuk melangkah bersebanding-sebanding menuju masa depan kita butuh ruang untuk saling memantaskan diri. Bukankah kamu, di saatnya nanti, ingin mendapatkan aku yang tertidak marah? Bukan aku saat ini, yang masih tertatih-tatih mengembangkan diri dan mengendalikan emosi.

Sayangku, kusampaikan ini padamu beraksin karena aku tidak menginginkanmu sepenuhnya. Sungguh aku ingin kita tetap berklop sampai bilangan di usia kita semakin bertambah adi. Tapi kita layak menyadari satu hal sayang, bahwa untuk ke sana, kita layak ingat jalan mana yang layak kita ambil. Untuk itu, sementara ini mari kita saling mencintai dengan cara yang sederhana. Karena nanti ada saatnya senpribadi, kita saling memberikan segalanya.