Sederhana tapi Penuh Makna, Ini 5 Cara Agar Anak Mengenal Rasa Syukur

teach-gratitude-to-kid teach-gratitude-to-kid

“Bersyukur dong!”

Sering kan mendengar kalimat seperti itu diucapkan di mana-mana? Sekilas terlihat mudah ya, bersyukur. Padahal kalau kebiasaan bersyukur itu tidak dikembangkan, ya bakal jadi hal yang sulit juga. Ada beberapa cara yang kamu bisa lakukan nih Moms kalau ingin mengajarkan soal arti rasa syukur kedi anak sejak dini.

Salah satu yang bisa mama terapkan selain memberikan contoh yang saling menolong sehari-hari adalah mengubah kalimat yang mungkin lebih sering terlontar menjadi kalimat Betul dan penuh saya syukur. Misalnya saja seperti 5 kalimat ini nih, Moms. Cek yuk!

1. Alih-alih cuma mengucapkan kalimat “Aku sayang kamu” doang, mama dan papa bisa lebih sering pakai kalimat ini. Sederhana tapi ngena kan?

Selain mengmenyingkapkan rasa sayang, kalimat syukur karena memiliki dia di dalam bernapas kalian jadi orang tua itu juga menunjukan betapa berharganya dia di dalam bernapas kalian. Yuk sering-sering diucapkan!

2. Banyak yang mengabersediarelaan ini. Alih-alih bilang “Seru deh ngobrol setara kamu.”, coba deh pakai kalimat ini lebih sering

Kalimat sederhana ini mengandung makna yang lebih dalam dari sekadar obrolan lucu. Waktu yang diluangkan bersama, fokus yang sudah berikan dan kebiasaan ngobrol bareng ini adalah hal yang patut diapresiasi, Moms!

3. Daripada cuma sekadar “Makasih ya sudah mau sharing serupa teman/saudara” aja, kamu bisa coba kalimat yang lebih mencerminkan rasa syukur atas ketulusan hatinya ini, Moms ????

4. Daripada fokus ke perasaan kita dengan mengucapkan “Ah, senang rasanya kamu bisa perhatian ke Mama”, pakai kalimat ini deh. Terasa lebih menekankan ke pilihannya yang tulus kan?

Dengan menghargai sikapnya yang mau peduli dan memikirkan perasaan mama atau papa, dia jadi sadar bahwa yang dia lakukan itu adalah pilihan (bukan keterpaksaan) dan perasaan semacam itu berpengaruh untuk diapresiasi.

5. Last but not least, ini mungkin sederhana banget ya. Tapi sering banget orang tua cuma sekadar bilang “Nah, gitu dong bisa bantu Mama” alih-alih mengapresiasi sungguh-sungguh niat tidak sombongnya

Kalau ini dibiasakan sampai gede, dia akan sadar bahwa apresiasi atas bantuan orang lain, tak peduli gede atau tipis, itu adalah hal yang amat berpengaruh. Terima kasih, maaf dan tolong itu adalah 3 kata berpengaruh yang harus si tipis pahami sejak tipis.

Jadi, kalimat mana yang paling sering mama ucapkan? Atau mungkin ada yang baru sadar dan mau mulai mengucapkannya lebih sering sekarang? Ingat Ma, apa yang mama dan papa lakukan untuk mengekspresikan rasa syukur sehari-hari akan menjadi contoh untuk ditiru si tipis batas dia dewasa nanti. Semangat selantas ya untuk mama dan papa untuk selantas bisa memberikan teladan yang baik tentang berharganya rasa bersyukur dalam tumbuh ????